TIMES BLORA, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora memastikan langkah penanganan kejadian dugaan keracunan makanan di SMP Negeri 1 Blora dilakukan secara menyeluruh.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, menegaskan bahwa pemerintah bersikap terbuka dan responsif terhadap seluruh perkembangan kasus ini.
Ia mengungkapkan bahwa penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) telah diputuskan usai Pemkab Blora menerima surat resmi dari Badan Gizi Nasional, sebagai respons atas tingginya jumlah siswa yang terdampak.
“Penetapan KLB tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Blora menerima surat resmi dari Badan Gizi Nasional menyusul tingginya jumlah siswa yang terdampak,” ujarnya, saat rapat koordinasi khusus MBG di kantor Sekda Blora.
Kasus ini bermula pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika lebih dari seratus siswa mendadak mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah daerah kemudian mengoordinasikan penanganan cepat di lapangan, termasuk memastikan seluruh siswa memperoleh perawatan.
Menurut Sri Setyorini, jumlah kasus yang signifikan menjadi dasar penetapan KLB. Sementara itu, pihak yang memiliki kewenangan mengeluarkan rekomendasi resmi terkait data korban serta perkembangan penanganan ialah Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora.
Ia menegaskan bahwa informasi resmi hanya akan dikeluarkan melalui dinas tersebut untuk menghindari kesimpangsiuran data.
Dalam rangka evaluasi dan pengamanan pangan, Pemkab Blora juga telah memastikan bahwa penyedia makanan MBG, yaitu Satuan Pelayanan Pengolahan Gizi (SPPG) Karangjati 1 Blora, telah dihentikan operasionalnya sementara oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan melalui Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II.
“Surat penghentian operasional sudah diterbitkan. Ini bagian dari langkah penanganan dan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Selain penindakan administratif, pemerintah daerah bersama tim gabungan juga menggelar investigasi lapangan untuk menelusuri seluruh aspek penyebab peristiwa tersebut.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga sampel konsumsi yang tersaji pada hari kejadian.
“Tim kami turun ke lapangan untuk memeriksa seluruh aspek terkait peristiwa ini. Hasil pemeriksaan akan disampaikan secara resmi oleh Dinas Kesehatan nantinya,” ujarnya.
Sri Setyorini memastikan bahwa Pemkab Blora berkomitmen memberi layanan terbaik bagi para siswa yang terdampak serta menjamin investigasi dilakukan secara tuntas dan transparan.
“Kami pastikan penanganan berjalan optimal. Semua langkah dilakukan demi keselamatan anak-anak dan kejelasan kasus ini,” katanya. (*)
| Pewarta | : Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301] |
| Editor | : Imadudin Muhammad |