Dulu Ramai, Kini Pedagang Baju Pasar Sido Makmur Blora Mengaku Sepi
TIMES Blora/Salah seorang pedagang baju di Pasar Sido Makmur Blora, Azizah mengeluhkan sepi pembeli saat bulan Ramadan. (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)

Dulu Ramai, Kini Pedagang Baju Pasar Sido Makmur Blora Mengaku Sepi

Sebagian pedagang menyebut sejak ada e-aprkir pembeli semakin berkurang.

TIMES Blora,Kamis 5 Maret 2026, 16:07 WIB
22
A
Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]

BLORAHarapan pedagang pakaian di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk meraup keuntungan selama Ramadan tahun ini tampaknya belum terwujud. Hingga lewat awal bulan puasa, aktivitas jual beli di lapak pakaian terbilang masih lesu.

Kondisi tersebut dirasakan sejumlah pedagang di berbagai blok pasar. Salah satunya Mujib, pedagang pakaian di Blok A Pasar Sido Makmur, yang mengaku omzet penjualannya menurun cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Modal terus bertambah, sementara pendapatan kami masih harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menyebutkan pedagang di bloknya harus membayar retribusi lapak atau kios sebesar Rp5 ribu per hari.

Keluhan serupa juga disampaikan Azizah, pedagang pakaian di Blok B Pasar Sido Makmur. Ia mengatakan jumlah pembeli yang datang ke tokonya sejak awal Ramadan hingga saat ini masih sangat minim.

“Biasanya kalau sudah Ramadan mulai ramai yang cari baju Lebaran, tapi sekarang masih sepi. Kadang sehari hanya satu dua yang beli,” ujarnya.

article

Menurut Azizah, kondisi tersebut mulai dirasakan pedagang sejak diberlakukannya sistem e-parkir di kawasan pasar. Ia menilai kebijakan tersebut turut memengaruhi jumlah pengunjung yang datang.

“Sejak ada e-parkir pembeli makin berkurang. Banyak yang akhirnya memilih belanja di tempat lain,” katanya.

Ia menambahkan meskipun telah terdaftar sebagai member e-parkir dengan biaya Rp 60 ribu per bulan, sepeda motor pedagang tetap harus diparkir di luar area pasar. Di sisi lain, pedagang juga masih dibebani retribusi lapak atau kios sebesar Rp2 ribu per hari.

Sementara itu, program Gerakan ASN Blora Belanja di Pasar Rakyat yang sempat digaungkan pemerintah daerah juga dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi pedagang pakaian.

“Belum lama ini ada gerakan ASN belanja di pasar, tapi kami yang jual pakaian belum terasa dampaknya. Pembeli tetap sepi,” katanya.

Menurutnya, saat kegiatan tersebut berlangsung memang banyak pejabat yang datang ke pasar. Namun aktivitas mereka lebih banyak berkunjung ke area lain.

“Kemarin banyak pejabat di sini, foto-foto saja, tapi tidak berdampak bagi perekonomian keluarga kami sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan sebagian besar pejabat berada di Blok C untuk menikmati kuliner dan berbelanja kebutuhan pokok.

“Bagi kami para penjual pakaian, sedikit pun tidak berdampak keberadaan mereka,” katanya.

Para pedagang berharap kondisi penjualan dapat membaik menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan, ketika masyarakat biasanya mulai berburu kebutuhan pakaian untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, mereka juga berharap Pemkab Blora dapat melakukan langkah nyata untuk meningkatkan kembali jumlah kunjungan masyarakat ke pasar tradisional seperti Pasar Sido Makmur agar perekonomian pedagang kecil kembali bergerak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Blora, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.