Roda Dua jadi Andalan, Ini Cerita SPPG Banjarejo 4 Blora Layani Ribuan Penerima Gizi
SPPG Banjarejo 4 Blora layani 2.675 penerima manfaat dengan 47 relawan, distribusi gizi hingga daerah bermedan ekstrem, menu disesuaikan selera anak namun tetap sesuai standar gizi.
BLORA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Banjarejo (SPPG Banjarejo) 4 Blora terus menjalankan perannya dalam mendukung pemenuhan gizi ribuan penerima manfaat, meski harus menghadapi tantangan medan distribusi yang tidak mudah.
Kepala SPPG Banjarejo 4 Blora, Maiyubi, mengungkapkan bahwa operasional SPPG ini didukung oleh puluhan relawan dengan tugas yang terbagi dalam sejumlah divisi.
“Untuk relawan, di SPPG Banjarejo 4 Blora itu ada 47 relawan dengan berbagai macam divisinya,” ujar Maiyubi, Kamis (12/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, SPPG Banjarejo 4 Blora melayani total 2.675 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.038 berasal dari kalangan sekolah, sementara 637 lainnya masuk kategori B3.
“Kalau total PM keseluruhan itu 2.675, kalau untuk sekolahan itu 2.038, kalau B3 637,” jelasnya.

Sebanyak 19 sekolah menjadi sasaran distribusi program ini. Namun, tidak semua lokasi dapat dijangkau dengan mudah. Beberapa wilayah bahkan memiliki akses jalan yang cukup ekstrem.
“Paling jauh itu di Metes sama Banyu Urip, itu yang jalannya ekstrem. Kalau yang dekat itu di SMP N 1 Banjarejo,” katanya.
Untuk menjangkau wilayah terpencil tersebut, pihak SPPG harus menyesuaikan moda transportasi. Distribusi ke daerah dengan medan sulit terpaksa dilakukan menggunakan sepeda motor.
“Kalau paling jauh seperti di Metes dan Banyu Urip, itu pengirimannya pakai motor roda dua. Kalau pakai mobil, jalannya sulit dijangkau apalagi saat hujan,” tambah Maiyubi.
Terkait pelaksanaan saat bulan Ramadan, Maiyubi menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
“Untuk mekanisme saat puasa (Ramadan) itu juknisnya dari pusat belum keluar. Soalnya masih belum ada pemberitahuan dari pusat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan distribusi kemungkinan besar tetap berjalan.
“Kalau untuk distribusi sepertinya tidak diliburkan. Cuma mekanismenya bagaimana itu belum disampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Banjarejo 4 Blora Asna mengungkapkan bahwa menu makanan yang disajikan kerap disesuaikan dengan selera anak-anak, namun tetap mengacu pada standar gizi.
“Di sini anak-anak sering request daging. Seperti ayam fillet, chicken katsu, kalau hari ini ada ayam geprek,” kata Asna.
Meski ada permintaan menu dari penerima manfaat, Asna menegaskan bahwa setiap menu tetap melalui proses kajian terlebih dahulu.
“Kalau yang request pasti ada, tapi kita tampung dulu. Sekiranya bisa kita realisasi dan masuk untuk gizinya, kita pasti launching-kan. Jadi kadar gizinya kita cek dulu,” tegasnya.
Ia menambahkan, perencanaan menu dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kalau menu, kita dua minggu sekali diskusikan dulu bersama Kepala, bagian akuntan, dan mitra,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


