359 Roti MBG Dimusnahkan, Dinkes Blora Soroti Kelalaian Penyimpanan
TIMES Blora/Roti MBG yang didistribusikan oleh SPPG As Sanusiyyah Kamolan, Blora dan terindikasi berjamur. (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)

359 Roti MBG Dimusnahkan, Dinkes Blora Soroti Kelalaian Penyimpanan

Ada larangan penggunaan roti bertoping keju selama Ramadan karena berisiko tumbuhnya jamur.

TIMES Blora,Kamis 26 Februari 2026, 17:52 WIB
105
A
Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]

BLORAEvaluasi menu dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Blora terus dilakukan menyusul temuan roti berjamur yang sempat memicu perhatian publik.

Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan adalah larangan penggunaan roti bertoping keju sebagai menu kering selama Ramadan karena dinilai memiliki risiko tinggi terhadap pertumbuhan jamur.

Rekomendasi tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Daerah Blora setelah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap roti MBG yang sebelumnya didistribusikan oleh SPPG Yayasan As Sanusiyyah, Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora.

Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Widayat, mengatakan pihaknya telah menerima laporan sekaligus hasil uji laboratorium terhadap roti bertoping keju yang dibagikan ke SMPN 5 Blora.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kesehatan langsung mengambil sampel roti yang berjamur untuk mengetahui penyebab kerusakan pangan.

"Hasil dari laboratorium menunjukkan bahwa roti toping keju lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur terutama jika disimpan pada suhu ruang lebih dari 4 sampai 6 jam. Kurangnya penerapan higenis dan pengendalian mutu pangan," ujar Edi, Kamis (26/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dinkes Blora kemudian melakukan tindakan pemusnahan terhadap roti keju yang terindikasi berjamur. Total sebanyak 359 bungkus roti dimusnahkan guna mencegah dampak kesehatan bagi penerima manfaat program MBG.

Selain itu, tim kesehatan juga memberikan pendampingan langsung kepada pihak SPPG. Edukasi difokuskan pada pengendalian waktu distribusi serta suhu penyimpanan pangan agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima siswa.

"Kami juga sudah memberikan peringatan secara tertulis, tentang perbaikan prosedur SPPG, menerapkan sistem pencatatan pelaporan penerimaan barang secara tertulis dengan baik, dan penggunaan APD lengkap saat proses pembungkusan serta distribusi," jelasnya.

Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa roti tidak boleh disimpan terlalu lama sebelum dibagikan. Menurutnya, kandungan gizi tertentu justru dapat mempercepat kerusakan apabila tidak ditangani sesuai standar keamanan pangan.

"Di dalam roti itu terdapat kandungan karbohidrat dan gula yang mampu diserap oleh tubuh," ucapnya.

Ke depan, Dinas Kesehatan Blora menyarankan agar seluruh SPPG lebih selektif dalam menentukan menu MBG selama Ramadan, dengan mengutamakan pangan yang aman, tahan simpan, serta memenuhi prinsip higienitas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Blora, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.