Cabdin Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Faris Aulia Risa (kanan), bersama Kepala Sekolah SMA N 1 Randublatung, Harmoko (kiri), dan Komite Sekolah, Iksan Afandi (tengah). (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)

Cabdin Mediasi Polemik Revitalisasi di SMAN 1 Randublatung Blora, Komite dan Sekolah Sepakat Perbaiki Komunikasi

Pertemuan yang digagas Cabdin itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang berkembang terkait hubungan antara komite dan pihak sekolah.

TIMES Blora,Rabu 22 Juli 2026, 07:49 WIB
130
A
Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]

BLORAPersoalan komunikasi antara Komite Sekolah dan SMAN1 Randublatung Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang sempat mencuat seiring pelaksanaan program revitalisasi senilai Rp2,3 miliar, kini mulai menemukan jalan keluar.

Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mempertemukan kedua belah pihak dalam forum mediasi yang digelar di sekolah tersebut, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang berkembang terkait hubungan antara komite dan pihak sekolah. Cabdin juga memberikan sejumlah arahan agar koordinasi antara keduanya dapat berjalan lebih baik ke depan.

"Dari kami menindaklanjuti informasi dari berita-berita yang beredar dan masuk ke kami (Cabdin Wilayah IV Pendidikan Provinsi). Karena persoalan ini sudah masuk ke Dinas Induk," ungkap Faris Aulia Risa, Kasi SMA dan SLB Cabdin Wilayah IV, setelah mediasi di SMAN 1 Randublatung, Selasa (21/07/2026).

Dalam mediasi tersebut, Cabdin meminta agar komunikasi antara sekolah dan komite dibangun secara terbuka sehingga tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman.

Selain itu, kepengurusan komite yang saat ini berjalan juga disepakati tetap melanjutkan masa baktinya hingga selesai.

"Terkait Revitalisasi ini bantuan dari pusat bukan APBD. Sehingga kami hanya monitoring dan evaluasi. Jadi semua yang mengajukan dari sekolah kami hanya merekomendasikan," sambungnya.

Ketua Komite SMAN 1 Randublatung, Iksan Afandi, mengatakan hubungan antara komite dan sekolah memang tidak berjalan optimal sejak dirinya dipercaya memimpin komite pada 2024.

Selama dua tahun terakhir, menurutnya, forum resmi bersama sekolah baru terlaksana kembali melalui undangan yang diterima beberapa waktu lalu.

"Sejak tahun 2024 saya dilantik ketua komite, ini dua tahun (terakhir) untuk pertama kali ada rapat pembicaraan komite dengan pihak sekolah, atas undangan dari sekolahan atas inisiatif sekolahan. Kita mengucapkan terimakasih," ujar Iksan.

Minimnya komunikasi tersebut, lanjut Iksan, membuat komite tidak memperoleh informasi mengenai berbagai program maupun anggaran yang diterima sekolah, termasuk bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Meski demikian, ia memastikan komite tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Hanya saja, komite memilih tidak menjadi bagian dari kepanitiaan pembangunan karena pembentukannya dilakukan tanpa melibatkan pihak komite.

"Terkait Revitalisasi, komite tetap mendukung dan mensukseskan. Akan tetapi dukungan tidak harus di dalam pembangunan tersebut," katanya.

Iksan berharap komitmen yang telah dibangun dalam mediasi benar-benar diwujudkan melalui keterbukaan informasi antara sekolah dan komite.

"Dengan visi memajukan SMA negeri 1 Randublatung saya minta terbuka dalam semua hal. Bapak kepala sekolah disaksikan Cabdin berjanji memperbaiki semuanya," katanya.

Ia menyebut kesepahaman yang dicapai dalam pertemuan tersebut menjadi awal baru bagi hubungan sekolah dan komite.

"Mulai hari ini kita akan jalin komunikasi dengan baik. Kita sepakat menjalin komunikasi yang lebih terbuka dalam segala hal," katanya.

Menurut Iksan, komite tidak pernah memiliki keinginan untuk mencampuri kewenangan sekolah. Sebaliknya, komite ingin berkontribusi demi kemajuan sekolah yang juga merupakan almamaternya.

"Kita tidak pernah mempertanyakan ke pihak sekolah. Selama 2 tahun kita hanya datang bila ada undangan. Kalau kita mempertanyakan A sampai Z kok kayaknya kurang etis," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Randublatung, Harmoko, mengakui masih terdapat kekurangan dalam komunikasi dengan komite. 

Ia berkomitmen memperbaiki pola koordinasi, termasuk mengagendakan pertemuan secara berkala paling lambat setiap tiga bulan.

"Saya disini (sebagai kepala sekolah) masih baru, jadi saya baru mau memperbaiki semua sistem yang dievaluasi dari komite sekolah kami," ujarnya.

Harmoko menegaskan hasil mediasi tidak mengubah susunan panitia pembangunan revitalisasi. Meski demikian, pihaknya tetap berharap komite ikut mengawasi jalannya pembangunan hingga proyek selesai.

"Sehingga kita berjalan sesuai perencanaan, walaupun sesuai yang dikatakan pak Iksan, mengawal bukan berarti di dalam," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Blora, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.