Konsolidasikan 1.388 Kader, PDIP Blora Dihadapkan pada Tantangan Kerja Nyata
Konsolidasi Musran-Musanran PDI Perjuangan di Kecamatan Jepon, Blora. (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)

Konsolidasikan 1.388 Kader, PDIP Blora Dihadapkan pada Tantangan Kerja Nyata

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya partai memperkuat struktur sekaligus memastikan komunikasi dan kerja organisasi berjalan hingga tingkat akar rumput.

TIMES Blora,Senin 31 Agustus 2026, 06:12 WIB
232
A
Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]

BLORASebanyak 1.388 kader PDI Perjuangan Kabupaten Blora (PDIP Blora) dari empat kecamatan di daerah pemilihan (dapil) 1 dikonsolidasikan melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran), Minggu (30/8/2026) malam 

Kegiatan yang digelar di Lapangan Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon tersebut menjadi bagian dari upaya partai memperkuat struktur sekaligus memastikan komunikasi dan kerja organisasi berjalan hingga tingkat akar rumput.

Ketua DPC PDIP Blora Andita mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat kebersamaan kader di dapil 1.

"Ini merupakan penguatan kita sebagai keluarga besar PDI Perjuangan di dapil 1," katanya.

Menurut Andita, dapil 1 meliputi Kecamatan Blora Kota, Jepon, Jiken, dan Bogorejo. Di empat wilayah tersebut terdapat 1.388 kader yang tergabung dalam struktur organisasi partai.

Struktur tersebut terdiri atas 78 desa, 44 PAC, 546 ranting, 266 dukuh, dan 798 anak ranting.

Dari empat kecamatan tersebut, Blora Kota memiliki jumlah kader paling banyak dengan 528 orang. Berikutnya Jepon sebanyak 411 orang, Bogorejo 238 orang, dan Jiken 211 orang.

"Di Jepon totalnya ada 175 anggota ranting dan 225 anggota anak ranting. Kecamatan Jiken ada 77 anggota ranting dan 123 anak ranting, sedangkan Bogorejo ada 98 anggota ranting dan 129 anak ranting," ujarnya.

Andita menilai keberadaan struktur hingga ranting dan anak ranting memiliki peran strategis dalam menjaga komunikasi internal partai.

Dengan struktur yang kuat, informasi maupun koordinasi antara pengurus dan kader diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Konsolidasi tersebut juga tidak semata-mata diarahkan untuk memperkuat organisasi. Para kader didorong semakin aktif menjalankan kerja politik sekaligus menghadirkan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Andita mengajak seluruh kader menjadikan Musran dan Musanran sebagai sarana mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Blora.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI Edy Wuryanto mengapresiasi langkah DPC PDI Perjuangan Blora dalam mengonsolidasikan kader hingga tingkat bawah.

Ia berharap organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Blora semakin berkembang dengan kader yang lebih aktif dan solid.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih karena Bapak-Ibu berkenan bergabung menjadi kader PDI Perjuangan di Kabupaten Blora," katanya.

Menurut Edy, kader yang berada di tingkat ranting dan anak ranting merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi partai.

Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepemimpinan maupun aktivitas politik di Kabupaten Blora.

Menurutnya, kader muda harus memiliki kemampuan fisik, intelektual, dan kreativitas agar mampu menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

"Memimpin Blora membutuhkan orang-orang yang cerdas dan memiliki integritas yang baik," ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI tersebut juga mengingatkan kader PDI Perjuangan agar tidak meninggalkan semangat perjuangan untuk masyarakat, khususnya kelompok miskin dan kaum marhaen.

Ia menilai persoalan kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial masih menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian serius.

"Kalau ada orang miskin sampai sakit dan masih memikirkan biaya, negara ini dosa besar. Kader PDI Perjuangan harus berteriak keras karena orang miskin tidak boleh ditelantarkan," katanya.

Menurut Edy, perhatian juga perlu diberikan kepada pekerja melalui perlindungan jaminan sosial, termasuk ketika mereka mengalami kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia.

Di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya memastikan masyarakat miskin memperoleh akses pendidikan yang layak agar tidak semakin tertinggal.

Karena itu, ia berharap konsolidasi organisasi yang dilakukan hingga tingkat ranting dan anak ranting dapat berlanjut menjadi kerja nyata kader di tengah masyarakat.

"Kader harus terus bekerja dan tidak mudah menyerah. Jika ingin PDI Perjuangan Blora sukses, teruslah berusaha dan pantang menyerah," katanya.

Musran dan Musanran Dapil 1 tersebut juga diisi dengan pelantikan struktur baru PDI Perjuangan Kabupaten Blora serta hiburan yang diikuti kader dan masyarakat yang hadir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Blora, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.