TIMES BLORA, CIANJUR – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan, tradisi berkumpul bersama kerabat atau yang akrab disapa Papajar kembali menjadi momen yang dinanti masyarakat., tak terkecuali di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Salah satu destinasi favorit di Cianjur, Taman Bunga Nusantara, turut menyemarakkan tradisi ini dengan menghadirkan penawaran spesial bagi penduduk lokal.
Destinasi wisata yang menyuguhkan keasrian bunga dari berbagai belahan dunia ini memberikan potongan harga yang cukup signifikan bagi para pengunjung.
Dilansir TIMES Indonesia dari akun Instagram resmi @tamanbunganusantara, pengelola mengumumkan adanya Promo Papajar khusus bagi warga Kabupaten Cianjur.
Melalui unggahan tersebut, terlihat bahwa masyarakat bisa menikmati keindahan taman dengan tarif yang jauh lebih ekonomis dari biasanya.
Promo ini menjadi kesempatan emas bagi keluarga yang ingin piknik atau sekadar menghirup udara segar pegunungan sebelum memasuki masa ibadah puasa.
Harga tiket masuk yang semula dibanderol Rp50.000 kini dipangkas setengah harga menjadi Rp25.000 saja per orang. Pihak pengelola menegaskan bahwa diskon 50 persen ini berlaku untuk periode kunjungan mulai 8-17 Februari 2026.
Penawaran ini memang sengaja dirancang untuk memfasilitasi warga setempat agar dapat berwisata dengan biaya terjangkau di tengah sejuknya alam Sukaresmi.
Pengelola juga mengonfirmasi bahwa potongan harga ini berlaku merata bagi semua kategori pengunjung.
Bagi warga yang berencana berkunjung, Taman Bunga Nusantara beroperasi setiap hari dengan jadwal yang bervariasi. Pada hari kerja atau weekday, gerbang dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Sementara itu, bagi mereka yang ingin datang lebih awal di akhir pekan, taman sudah mulai melayani pengunjung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Pastikan untuk menyiapkan identitas diri yang menunjukkan domisili Cianjur guna menikmati promo istimewa ini. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Warga Cianjur Merapat, Papajar di Taman Bunga Nusantara Bayar Setengah Harga
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Ronny Wicaksono |