Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG, Pengelolaan SPPG Sukorejo 2 Tunjungan Jadi Sorotan Dinkes Blora
Selain penyebab kejadian yang masih dalam proses penelusuran, perhatian juga mengarah pada penyimpanan bahan baku dan kelengkapan fasilitas pendukung pengolahan makanan di lokasi SPPG.
BLORA – Insiden dugaan keracunan menyebabkan 141 orang dilaporkan terdampak dan diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora terus bergulir.
Dari peristiwa ini, turut disoroti kondisi pengelolaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 Tunjungan.
Selain penyebab kejadian yang masih dalam proses penelusuran, perhatian juga mengarah pada penyimpanan bahan baku dan kelengkapan fasilitas pendukung pengolahan makanan di lokasi tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah temuan bahan makanan berupa tempe yang disebut berada di sekitar area kamar mandi SPPG.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar penempatan bahan baku sebelum diolah dan disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG.
Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan tempe tersebut, Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, Ahmad Afif Jaelani, mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menyebut persoalan bahan baku kemungkinan berkaitan dengan pihak mitra.
“Saya tidak tahu untuk urusan bahan baku, mungkin tadi dari mitranya sendiri,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Perhatian juga tertuju pada ketersediaan fasilitas pendinginan makanan. Menurut Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, fasilitas tersebut menjadi salah satu kebutuhan dalam proses pengelolaan makanan.
“Mungkin dari Dinas Kesehatan sendiri untuk fasilitas itu harus ada tempat pendinginan makanan,” katanya.
Kebutuhan akan fasilitas penyimpanan makanan yang memadai menjadi penting, mengingat SPPG mengelola makanan dalam jumlah besar yang kemudian didistribusikan kepada para siswa.
Proses penyimpanan bahan baku maupun makanan siap konsumsi pun perlu memenuhi standar keamanan pangan.
Pasca munculnya kejadian yang dialami para penerima MBG, operasional SPPG Sukorejo 2 Tunjungan sementara dihentikan. Selama kegiatan operasional dihentikan, distribusi bahan baku ke lokasi tersebut juga disebut tidak dilakukan.
“Karena ada kejadian keracunan tadi, jadi tidak boleh besok tidak operasional. Bahan baku tidak di-drop di sini, bahan baku mungkin ditaruh di ruang belakang,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 141 orang dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Mereka terdiri atas 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, tiga siswa SMP Al Banjari, satu guru SMAN 1 Tunjungan, serta satu siswa SD IT yang merupakan anak dari guru SMAN 1 Tunjungan.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut hingga kini belum dapat dipastikan sebagai keracunan yang berasal dari makanan program MBG.
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah aspek, termasuk makanan yang didistribusikan serta kondisi SPPG Sukorejo 2 Tunjungan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

